Sunday, July 31, 2011 0 comments

Inspired by: Rachael Ray!

In this early morning, let's talk about food! :)


I love chicken, very much! Especially when it's already served on a plate.. *yaeyalaaah menurut L?!* Cause it's easy to cook, match with any kind of spices, has a great texture, and you can eat it whether for breakfast, lunch, or dinner, even for snack. And this recipe I'm about to tell you is one of the dish you should try. Here we go!



Pretzel-Crusted Chicken and Zucchini Strips with Cheddar-Spicy Mustard Dipping Sauce




Ingredients

  • 1 bag of salted pretzels, any shape
  • 3 sprigs of fresh thyme, leaves removed
  • Salt and freshly ground black pepper
  • 2 eggs
  • 2 small, boneless, skinless chicken breasts, cut into strips 1/2-inch thick
  • 2 medium to large zucchini, cut in quarters lengthwise then into strips 3 to 4 inches long
  • 1/4 cup extra-virgin olive oil (EVOO) (eyeball it)
  • 2 tablespoons butter
  • 2 tablespoons flour
  • 2 cups milk
  • 3/4 pound (about 2 1/2 cups) sharp yellow cheddar cheese, shredded
  • 2 heaping tablespoons spicy brown mustard, such as Gulden’s
  • 3 large carrots, peeled and cut into 3 to 4-inch sticks
  • 3 celery stalks, cut into 3 to 4-inch sticks
  • 2 large sour dill pickles

Preparation

Preheat oven to 200°F.


Place the pretzels in a food processor or blender and grind until fine. Transfer the ground pretzels to a shallow dish, add the thyme and some pepper, and mix to combine. Crack and beat 2 eggs in a second shallow dish 
with a splash of water.


Coat the chicken breast and zucchini strips in the ground pretzels, then in egg, then in the pretzels again.


Preheat a large skillet with the EVOO, enough to go 1/4 inch up the sides of the skillet. Add the pretzel-coated chicken breast to the hot oil. Cook in a single layer, in two batches if necessary, about 3-4 minutes on each side, until cutlets' juices run clear and the breading is evenly browned. Transfer the finished chicken strips to the oven to keep warm. Repeat the same process with the zucchini.


While the zucchini is frying, heat a medium saucepot over medium heat, melt butter and add the flour. Cook flour and butter for 1 minute then whisk in the milk. When the milk comes to a bubble, stir in cheese and mustard with a wooden spoon. Season with salt and freshly ground black pepper, and remove from heat.


Transfer the fried pretzel-crusted chicken and zucchini pieces to a serving plate. Serve the mustard-cheddar sauce, carrot and celery sticks, and pickle spears alongside.



This recipe is finger-dippin' good! :D
Wednesday, July 27, 2011 0 comments

Boomerang Memories

The talented one from Indonesia, Adhitya Sofyan, everybody! *clapping hands*




BLUE SKY COLLAPSE

As I walk to the end of the line
I wonder if I should look back
To all of the things that were said and done
I think we should talk it over

Then I noticed the sign on your back
It boldly says try to walk away
I go on pretending I’ll be ok
This morning it hits me hard that

Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse

As I stare at the walls in this room
The cracks they resemble your shadow
When everyday I see time goes by
In my head everything stood still

I’m waiting for things to unfreeze
Till you release me from the ice block
It’s been floating for ages washed up by the sea
And it’s drowning, thought you should know that


Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse

You see people are trying
To find their way back home
So I’ll find my way to you

Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse

Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse


This song is for you, my dear K :')
Friday, July 15, 2011 0 comments

# Satu Lima Lima: Napak Tilas (1)

Beberapa hari yang lalu, saya dan teman-teman KKN #155 pergi ke desa tempat kami KKN dulu, dengan tujuan silaturahmi, nostalgia, dan menengok adik-adik yang meneruskan KKN di sana. Buat yang penasaran sama perjalanan kami ke Malang kemarin, here's the story..


# Day 1: Rencananya saya akan dijemput oleh Rahmadi jam 9 malam, tapi yaaah seperti kebiasaan kebanyakan orang Indonesia, Adi dan Radit baru sampai kos saya sekitar jam 9.40. Selanjutnya menjemput Gatot, ke kontrakan Jihad, dan terakhir ke tempat Kris. Setelah semua personil lengkap, saya, Adi, Radit, Gatot, Jihad, Kris, dan Mas Iwe, jam 10.30 kami meluncur ke Klaten. FYI, Mas Iwe itu temannya Jihad dan yup, saya perempuan sendiri. *btw saya co-driver lhooo :p *
Perjalanan terbilang sangat lancar dan diwarnai canda dan tawa. Dan yah, seperti biasa objek tertawaannya, mostly adalah saya dan... ah kalian tahu sendiri lah. Sebenarnya anggota kami kurang 2 orang, Priyo dan Ocha. Rencana awal kami akan menjemput Priyo di Ponorogo dan bertemu Ocha langsung di Gubugklakah. Tapi ternyata Priyo tidak jadi ikut dan Ocha, yang habis dolan ke Surabaya, langsung pulang ke Jogja.


# Day 2:  Dalam waktu 7 jam kami sudah sampai Malang. Sekitar jam 6 pagi, kami sudah leyeh-leyeh di rumah Gatot, menumpang mandi dan sarapan. Oh iya, buat Fufi, ada quote spesial dari ibunya Gatot. Jadi pas tanya-tanya tentang skripsi ke kita, terakhir ibunya Gatot bilang: "Tuh kamu cepet nyusul a, Tot, nanti kalo kelamaan bisa diambil orang." *eeaaaaaa*
Oke, lanjut! Setelah kenyang, bersih dan wangi, dan sudah berkostum merah, bahkan Mas Iwe juga lho, kami pun pamit menuju Gubugklakah, sampai di sana hampir jam 10 dan disambut dengan ceria. *halah* Kami bertemu Mbak Eka dan Mbak Nur *saya langsung nyium Quinsha lho, haha!*, Cak Ali, Aldin, Gilang, Zildan, lalu bertukar cerita sedikit. Semuanya bertanya tentang teman-teman yang tidak bisa ikut. Mereka kangennya juga sama seperti kita lhooo.. Ah terharuuuu :'(
Kemudian kami bertemu adik-adik KKN 2011 di Gubugklakah dan berjanji setelah Ashar akan rapat untuk membicarakan kegiatan mereka selama seminggu pertama, bersama dengan teman-teman di Ngadas. Maka berangkatlah kami ke Ngadas setelah makan siang yang agak kepagian. Masih tetap kagum kami melihat pemandangan menuju 'Desa di Atas Awan' itu, biarpun bukan untuk pertama kalinya. Ternyata sebagian besar jalan menuju Ngadas sedang dalam proses pelebaran, jadi sekarang jika ada dua mobil berpapasan tidak lagi se-ngeri dulu.
Sesampainya di Ngadas, kami bertamu ke rumah pondokan yang dulu, rumah Mas Jito *eh bener ga sih namanya?* tapi hanya bertemu bapaknya dan istrinya yang habis melahirkan. Bapak menanyakan kabar Mas Angga, Mas Giwang, dan Mbak Ririn, hehehe.. Oh iya, info paling penting nih, di Ngadas kami disuguhi makanan sampai 3x, padahal baru saja makan di Gubugklakah. Pertama sampai kami disuguhi biskuit dengan ditemani teh vanili yang mantab aroma dan rasanya itu *aaah saya dan radit lupa untuk membeli teh untuk oleh-oleh!* Kemudian setelah bertemu teman-teman KKN 2011 dan berkunjung ke rumah Pak 'Kades' Kartono, kami kembali disuguhi teh, kali ini dengan kentang rebus. Setelah itu, waktu mau pamit pulang ternyata sudah dimasakkan nasi dan lauk-pauk. ASTAGA! Berhubung harus menuruti adat dan tidak mau menolak rejeki, yo wis lah maem sitik wae.. Untungnya ya, Pak Kartono sekeluarga tidak ada di rumah, coba kalau ada, kami sudah pasti makan 4x dalam waktu kurang dari 4 jam!
Sekitar jam 3 sore kami pamit untuk kembali ke Gubugklakah. Eh ada yang ketinggalan ceritanya. Teman kita, Kris, bangga sekali lho karena anaknya Mas Jito dinamai 'Kristianto', hahahaha.. Sebelum rapat kami sempat mampir ke rumah Mas Anang Fauzi, salah satu pengurus LADESTA Gubugklakah. Beliau bercerita bahwa LADESTA sudah vacuum sejak beberapa bulan yang lalu, para warga seperti kehilangan semangat, dan perbedaan pendapat di antara pengurusnya makin meruncing. Hal tak jauh berbeda juga terjadi di Ngadas. Masalah inilah yang akhirnya kami bahas dalam rapat bersama teman-teman. 
Setelah sharing dan memberikan pesan-pesan, saya dan teman-teman pamit mau mengantar Gatot pulang ke rumahnya, sedangkan teman-teman 2011 pamit untuk mengajar les. *aaaah jadi kangen ngelesi kimcil-kimcil yaaa :') * Sebelumnya saya, Adi, dan Radit sempat ditarik-tarik mereka untuk ikut mengajar les, tapi untungnya kami berhasil melarikan diri. Maka berangkatlah kami ke kota dengan tujuan utama untuk mengganyang Burger Buto, bukan mengantar Gatot pulang, padahal sebelumnya cowok-cowok ini sudah makan malam. *emang dasar perut karet, apalagi Jihad!* Setelah kenyang melahap burger dengan ukuran sebesar 1 loyang bolu ditambah 2 porsi ekstra, akhirnya kami bermalam di Gubugklakah, saya di pondokan putri, Jihad dan Mas Iwe dipondokan putra, dan teman-teman yang lain menyewa Home Stay milik Cak Arifin a.k.a Mas Ice.


Begitulah cerita hari pertama kami di Malang. Masih banyak cerita lainnya lho.. Mau tahu kelanjutannya? Stay tuned in this channel, I'll be right back! :D

foto diambil oleh Radit, lokasi di belakang SD Ngadas

Tuesday, July 5, 2011 0 comments

Mr Darcy and Miss Bennet

Never heard of that two names? Really?? You're kidding me!




Mr Darcy dan Miss Bennet adalah dua tokoh utama dalam novel 'Pride and Prejudice' karangan Jane Austen, salah satu penulis paling fenomenal di awal abad ke 18. Jane Austen sukses banget jadi novelis favorit saya, ya karena Pride and Prejudice yang touchy banget ini. Nggak perlu muji-muji deh, emang udah ketauan doi brilliant banget kalo soal bikin novel-novel romantis semacam Pride and Prejudice. Eits, tapi jangan salah, romantis tapi nggak kacangan lho yaaa *bukan yang model 'harlekuin' gitu* Oke deh, ga usah banyak cingcau ntar kekenyangan, kali ini saya mau ngebahas Pride and Prejudice, murni dari segi pengamat amatir. Soo, kalo ada sale-sale kate, jangan dimasupin ke ati ye, ncang-ncing, nyak-babe ^-^

Okay! Hmmm, to start with, intisari dari ceritanya sebenernya adalah di mana ada dua orang dari dua kasta yang berbeda jauh (yang cowok kaya raya, yang cewek miskin melarat) yang saling jatuh cinta. Mereka harus menerima pandangan negatif dari orang lain dan melawan orang-orang yang tidak ingin mereka bersama. *bedeeeuh, berat amat..* Denger-denger sih nih, katanya ceritanya based on true story, kisah hidupnya Jane Austen yang dibikin happy ending. Oh, so sad *ngelap ingus*

Saya tergila-gila sama Pride and Prejudice bukan karena baca novelnya. Bahkan sebelumnya gue ga tau Jane Austen itu siapa. My love at first watch of this story was because of Joe Wright. Who the heck is that man? Beliau adalah orang dibalik layar, sang pembuat a.k.a sutradara film layar lebar Pride and Prejudice. Filmnya pertama kali dirilis tahun 2005, setelah sebelumnya, tepatnya 1995 dibuat miniseri di televisi Inggris diproduksi oleh BBC.

Pemilihan talent-talentnya juga oke banget di film ini. Fitzwilliam Darcy atau terkenal dengan panggilan Mr Darcy diperankan oleh Matthew Macfadyen yang cuek tapi suka curi-curi pandang ke Elizabeth Bennet atau Lizzie yang keras kepala dan sama cueknya, yang dimainkan oleh Keira Knightley. Yang berperan jadi Mr dan Mrs Bennet, ayah dan Ibu Lizzie juga cocok banget. Juga Jane Bennet, kakak Lizzie, dan Mr Bingley, sahabat Mr Darcy. Sebenernya dari awal udah ketauan kalo dua tokoh utama ini saling tertarik pada pandangan pertama, tapi itu semua dihancurkan oleh gengsi si cowok dan prasangka si cewek. *jiailaah bahasa gueee* Nah udah cocok banget kan tuh sama judulnya, hehehe..

Kalo menurut gue sih kayaknya yang bikin Lizzie kepincut berat sama Darcy adalah awalnya doi sombong banget, man.. Gila, waktu ada pesta dansa, Darcy cuman mojok aje ngeliatin orang muter-muter, bukannya ngajak cewek-cewek dansa! Udah gitu nggak pernah senyum dan kelewat cuek pula. Ini nih yang bikin Lizzie penasaran, nih cowok beneran ga punya hati ya.. Nah kalo Darcy, kayaknya doi suka sama Lizzie karena selain cantik, mbaknya ini smart. Anak kedua keluarga Benner ini nggak pernah takut sama orang lain, berani banget ngomong. Emang nggak banyak perempuan di masa itu yang kayak Lizzie, makanya si Darcy langsung kelepek-kelepek begitu tau kalo ada satu orang cewek yang nanggepin kesinisannya dengan lebih sinis. Yeah, tipikal cowok laaah..

Well, like any other romantic story, they ended up happily ever after, tapi yang bikin beda adalah keromantisan kedua tokoh yang amat-sangat nggak kacangan. Bahkan nggak ada romantis-romantisnya deh, kecuali pas Darcy nyelametin adeknya Lizzie yang kawin lari. Nggak ada adegan *piiip*, Darcy cuma meluk dan nyium Lizzie sekali waktu mau ngelamar, udah itu doang. Biarpun gitu, tetep nggak ngilangin esensi film ini yang merupakan film cinta-cintaan.

Pokonya film ini two tumbs up deh menurut gue! You must see :D


" In vain I have struggled. It will not do. My feelings will not be repressed. You must allow me to tell you, how ardently I admire and love you." -Mr Darcy to Lizzie Bennet


Friday, July 1, 2011 0 comments

I was enchanted to meet you (too)..


Alkisah hiduplah seorang penyanyi Country muda berbakat nan jelita di Amerika. Suaranya khas dan unik, semua lagunya dia ciptakan sendiri. Ketenarannya sudah lama menjadi buah bibir media dan seluruh rakyat negara adidaya tersebut. Berbagai penghargaan sudah dikantonginya, bahkan hampir tak terhitung. Penggemarnya tersebar di seluruh negeri, tua-muda, wanita-pria, orang biasa-pesohor, semua menyukai karya-karyanya. 

Ada seorang pemuda gagah bersuara merdu, yang ternyata juga seorang penyanyi, sangat memuja biduanita ini. Tidak hanya musik-musiknya tapi juga kepribadian dan sosok sang gadis. Mereka menjalin persahabatan di dunia maya, hingga akhirnya nasib mempertemukan dalam kesempatan yang sangat spesial. 

Taylor Swift and Adam Young (Owl City)

Tak lama berselang, sang penyanyi country meluncurkan single 'Enchanted' dari album terbarunya 'Speak Now'. Dia menjelaskan: "It's about this guy that I met in New York City, and I had talked to him on email or something before... And meeting him, it was this overwhelming feeling of: I really hope that you're not in love with somebody."



Butuh waktu untuk si pemuda tersebut menyadari bahwa lagu itu ditujukan untuknya, sang penggemar spesial yang ternyata punya peran penting dalam hidup penyanyi country itu. Dia pun menuliskan dalam blog-nya balasan untuk pujaan hatinya.



Dan tak hanya itu, si pemuda pun menggubah sedikit lirik dari lagu 'Enchanted' dan menyanyikan kembali untuk memberitahukan kepada gadis itu bahwa dirinya juga memiliki perasaan yang sama. 


Enchanted - Adam Young's version

There I was again tonight forcing laughter, faking smiles
Same old tired, lonely place
Walls of insincerity
Shifting eyes and vacancy vanished when I saw your face
All I can say is it was enchanting to meet you
Your eyes whispered “have we met?”
Across the room your silhouette starts to make it’s way to me
The playful conversation starts
Counter all your quick remarks like passing notes in secrecy
All I can say is it was enchanting to meet you
Oh Taylor I was so enchanted to meet you too
This night is sparkling, don’t you let it go
I’m wonderstruck, blushing all the way home
I’ll spend forever wondering if you knew
I was enchanted to meet you too
The lingering question kept me up
2AM, who do you love?
I wondered till I’m wide awake
Now I’m pacing back and forth, wishing you were at my door
I’d open up and you would say,
Hey it was enchanting to meet you
Oh Taylor I was so enchanted to meet you too
This night is sparkling, don’t you let it go
I’m wonderstruck, blushing all the way home
I’ll spend forever wondering if you knew
I was enchanted to meet you too
This is me praying that this was the very first page
Not where the story line ends
My thoughts will echo your name until I see you again
These are the words I held back as I was leaving too soon
I was enchanted to meet you too
Please don’t be in love with someone else
Please don’t have somebody waiting on you
Please don’t be in love with someone else
Please don’t have somebody waiting on you
This night is sparkling, don’t you let it go
I’m wonderstruck, blushing all the way home
I’ll spend forever wondering if you knew
This night is flawless, don’t you let it go
I’m wonderstruck, dancing around all alone
Taylor I’ll spend my whole life wondering if you knew
I was enchanted to meet you too
I was never in love with someone else
I never had somebody waiting on me
‘Cause you were all of my dreams come true
And I just wish you knew
Taylor I was so in love with you.


*based on true story*

0 comments

Adek Kudil

Satu lagi sobat gue di kampus yang ulang tahun. 

Selamat ulang tahun ya, Ardilla Yunita a.k.a Kudil. Semoga di usia yang menginjak 21 tahun ini, tambah rajin ibadah, sayang keluarga dan temen-temen, rukun sama pacar. Oh iya, tambah endut dikit deh, biar ga kayak tengkorak jalan gitu *digeplak Kudil*

Sukses ujian pendadarannya, cepet jadi sarjana, dan dapet kerjaan yang sesuai keinginan.

Jangan lupa KIMI sama COKI dirawat dengan penuh kasih sayang yaaaa ^____^


They are the presents I and Nina bought for Kudil.
The creamy one is KIMI and the brown one is COKI.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 
;