Thursday, October 6, 2011 0 comments

L-O-V-E

" ... gue sangat yakin bahwa sampai saat ini I have experienced "what they called el-o-v-ee" just once. I mean completely fall in love physically, mentally, emotionally. Mungkin lo bertanya, "Cuma sekali? What makes you so sure?"
Pernah ngerasain perasaan yang saking senengnya sampai-sampai lo ngerasa kayak floating gitu? Rasanya sama seperti kalau lo jinjit sambil loncat dan melayang di udara.
Pernah ngerasain unstoppable nyengir Joker seharian seperti yang dialami John Travolta waktu kotak obatnya ketuker sama punya Robbin Williams di salah satu adegan film Old Dogs?
Pernah ngerasain jadi hypersensitive sama lagu-lagu, scents, atau apapun yang somehow remind you of someone?
Pernah ngerasain hidup lo tiba-tiba berubah jadi oh-so-drama sehingga seolah-olah lo adalah pemeran utama di layar lebar cerita hidup lo sendiri?
Pernah ngerasain like... you can do kayang, headbang, ngiler, salto, nangis maksimal dengan ekspresi tidak estetis, nari tori-tori, nambah porsi makan di luar etika dan akal sehat, or anything... bareng orang yang lo taksir berat tanpa takut dia bakal il-feel sama lo? Malah bareng dia lo sepenuhnya nyaman jadi diri lo sendiri.
Pernah jalan berdua sama gebetan lo dan ngerasa kayanya kalian adalah the coolest creature on Earth yang maha-kerennya melebihi dynamic duo Neytiri-Jack Sully atau lovey-dovey couple Zooey Deschanel & Ben Gibbard?"


Penggalan narasi di atas adalah beberapa paragraf yang saya kutip dari buku terbarunya Fitri Tropica yang berjudul "Kening". Kenapa saya tertarik buat nulis tentang ini? Hmm... jujur nih ya, sebenernya saya sama Fitrop nggak beda jauh soal ngerasain yang namanya jatuh cinta. Bahkan saya yakin semua orang yang ngerasa completely-deeply-crazy-in-love sama someone special juga bakal ngerasain semua ciri-ciri di atas. Tapiiiiiii, kata Fitrop, nggak semuanya bakal kamu rasain sama satu orang. That's why she said that she has experienced love just once, karena cuma ada satu orang cowok yang pernah bikin dia ngerasain semua hal yang disebutin di atas.

Nah, sekali lagi saya berani bilang bahwa saya tidak beda dengan Fitrop.

Yeah, believe it or not, I also have completely madly in love just once. Kok saya bisa tau? Ya karena ciri-cirinya kayak yang di atas itu. Semuanya. Well, except di bagian mempermalukan-diri-sendiri-dengan-santainya, nggak gitu-gitu amat laaaah... Dan seperti juga Fitrop, it's kinda end horribly, nothing like I ever expected. Seperti yang semua orang normal rasain, pastinya saya juga sedih waktu semua itu selesai, tapi ikutan orang bijak aja lah, ngambil hikmahnya: "There's always first time for everything.". Walaupun nggak nyangka juga bahwa pertama kali saya jatuh cinta, eh pertama kali patah hati pula, huhuhu... *ketawa sesegukan* *lho?!*

Oke, sekian dulu cerita saya. Kita ketemu lagi di tempat dan waktu yang (tidak) sama. Have a good day, everyone!

Keep galauness in your heart and mind ;D *goyang dombret*


Monday, October 3, 2011 5 comments

Prolog

“Kamu dateng ke reuni kan, sayang?” tanya Andra padaku. “Kita dateng bareng ya, besok kamu kujemput,lanjutnya.

“Emang nggak apa-apa kalo kita dateng bareng? Nggak enak ah diliat yang lain.” Aku ragu dengan ajakan Andra.

“Ah biarin aja, toh kita nggak ngapa-ngapain. Orang cuma dateng bareng, emang mereka mau mikir apa coba?”

“Bukan gitu maksudku,” sahutku dengan wajah setengah masam, tapi akhirnya mengalah. “Okay then, besok jemput jam 6 ya. Jangan telat lho.”

“Nah, gitu dong!” Andra memamerkan senyum termanisnya. “Kamu dandan yang cantik ya, sayang.

“Eh, besok di sana kamu jangan panggil aku ‘sayang’ gitu ya, nanti...” Kata-kataku dipotong olehnya.

“Iya laaah, aku ngerti kok. Tenang aja, sayang.” 

Besok adalah hari di mana reuni akbar SMPku akan dilangsungkan. Sebenarnya aku tidak berencana untuk datang, tapi karena kebetulan aku sedang ada di Bandung, meliburkan diri dari kesibukan pekerjaanku di Lampung, ya apa salahnya datang bertemu teman-teman lama.

Ada yang perlu kuluruskan di sini. Andra adalah temanku semasa SD hingga SMP. Dia bukan pacarku. Lalu mengapa dia memanggilku ‘sayang’? Itu hanya gaya bercandanya padaku. Kami memang pernah pacaran sewaktu SD hingga SMP, biasa lah cinta monyet. Sempat loose contact, kemudian dekat lagi beberapa tahun belakangan  ini. Sudah setahun ini Andra begitu manis padaku, ya itu tadi contohnya, memanggilku dengan sebutan ‘sayang’ dan kembali ber’aku-kamu’. Awalnya agak risih sih, tapi entah kenapa lama-lama terbiasa. Kupikir, ya sudahlah biarkan saja. Toh hubungan di antara kami tidak lebih dari teman biasa.

* * *

Sunday, October 2, 2011 0 comments

Untitled


Ketika matahari mulai terbenam. Ketika ribuan malaikat mengendurkan sayapnya. 
Ketika ketajaman silet mulai menyayat. Ketika perjalanan hidup kian suram. 
Aku berdiri di atas tanah yang kumaki. Aku berlari ke arah ombak yang siap membawaku pergi. 
Aku bernyanyi dengan irama tangis kematian kini. Berpikirlah dengan ribuan sel kehidupanmu. 
Kelak, saat malam tanpa rembulan, kau akan tetap hidup seperti dunia. 
Berputar mengelilingi cahaya terbesar dunia. Jauh sebelum kau hadir, 
dunia memberimu kesempatan untuk bermimpi. Bermimpi di atas jalanan yang berbatu. 
Meraih angan yang tak berwujud melepas kegundahan lara batinmu. 
Menjalani kehidupan yang abadi. Walau hujan terus berlari ke arahmu hari ini. 

Maaf, jika segalanya membuatmu marah. Maaf, jika segalanya lenyap. 
Maaf, jika segalanya menjadi fatal. Maaf, jika segalanya terlalu salah. 
Maaf, jika segalanya tersimpan di hati, tanpa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi. 
Maaf, jika segalanya telah merepotkanmu. 

Terima kasih karena telah membuat segalanya bermakna. 
Terima kasih karena telah memberikan yang terbaik untukku. 
Terima kasih karena telah memberikan kekalahan yang sebenarnya tak pantas terlontar. 
Terima kasih karena telah membuat hari-hariku menjadi lebih indah. 
Terima kasih karena telah menerimaku masuk ke dalam kehidupanmu. 

Dan hari ini, esok, maupun lusa, dan hari-hari berikutnya, 
tulus akan selalu kuucapkan padamu atas segala kemurahanmu. Semua maafmu. 
Untuk setiap lembar-lembar kesalahan tiada terkira yang aku perbuat. 
Maafku atas semua salahku. Terima kasihku untuk semua maafmu. 

Untuk esok yang tiada pernah lelah kutunggu. Semoga Tuhan melihat miniatur masa depan kita, 
dengan seluruh mimpi yang kita ciptakan. Harapku, semoga doamu dapat tersirat untukku. 
Memberikan segala perubahan dalam hidupku. Lidahku, tak akan pernah kelu. 
Untuk semua penyampaian maaf dan terima kasihku untukmu. 
Karena yang kutahu, dunia itu indah dengan senyuman dan kebersamaan untukmu. 
Karena yang kutahu, kisah ini pasti ‘kan ada akhirnya… 


*backsound: Taylor Swift - Speak Now*

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 
;