Tuesday, January 31, 2012 0 comments

So?


Cuddy: "I just need to know if you and I can work." 
House: "You think I can fix myself?" 
Cuddy: "I don't know." 
House: I'm the most screwed up person in the world." 
Cuddy: I know. I love you. I wish I didn't but I can't help it.
  
from House MD season 6 episode 22

0 comments

Friends? Don't think so.


Cuddy: "I just want us to be friends."
House: "Funny. That's the last thing I want us to be."

from House MD season 6 episode 21

Monday, January 30, 2012 0 comments

Chapter 5

*untuk cerita sebelumnya, lihat Chapter 4*

Malam minggu kali ini kuhabiskan di rumah saja, tanpa Andra karena aku masih bingung harus berbuat apa setelah insiden kemarin. Aku sudah membalas sms dari Andra, kubilang bahwa aku sudah memaafkannya tapi aku masih belum ingin bertemu dengannya. Untungnya dia maklum, tapi dia bilang: jangan lama-lama ya, nanti aku kangen. Meh! Mulut lelaki... 

Sore itu aku sedang sibuk chatting di facebook dengan teman kuliahku di Lampung. Dia menanyakan kapan aku kembali. Tidak terasa sudah satu bulan aku di rumah, melarikan diri dari kenyataan harus menyelesaikan skripsi. Itu artinya waktuku tinggal sebentar di sini. Haaaah, masalah dengan Andra membuatku lupa bahwa ada masalah yang lebih besar yang menantiku di Lampung. 

Sekedar untuk mengistirahatkan otak dari masalah pelik yang kuhadapi, aku pun iseng update status di FB: "Calon pacar mana nih calon pacar..". Dan ternyata beberapa jam kemudian sudah ada belasan orang yang comment. Beberapa di antaranya cowok dan mereka bercanda menawarkan dirinya menjadi pacarku. Aku tertawa-tawa sendiri membacanya. Tiba-tiba mataku sampai pada comment yang paling terakhir yang membuatku merinding. Andra menulis: siapa pun calon pacarnya Rina siap2 patah hati ya.. kamu boleh pacaran sm siapa aja kok sayang, yg penting nikahnya sama aku, hehehe.. Comment-nya langsung di ‘like’ tiga orang, di antaranya Irfan. Lalu muncul comment dari Flemy: beuuuh, yang punya hak milik langsung angkat bicara! Hahahahaha.. 

Aseeeeem! Ini pasti konspirasi!!! 

Belum sempat aku memberikan comment balasan, ponselku bergetar. Kulirik layarnya. Ferry. 

“Halo! Kenapa, De?” Ferry memang sudah kuanggap seperti adik laki-laki yang tidak pernah kumiliki. 

“Mbak Nin, udah buka FB?” tanyanya langsung. Oh, rupanya dia ingin membahas comment dari Andra. 

“Baru aja buka. Ada orang gila yang comment ya? Hahaha, udah nggak usah ditanggepin, De,” jawabku berusaha santai. 

“Mbak, Ade nanya serius nih. Mbak Nin beneran temenan doang sama Andra? Nggak pacaran?” tanya Ferry lagi. Aku bisa merasakan kekhawatiran dalam suaranya. 

“Ya ampun, beneran, De. Kenapa sih kayaknya nggak suka bange kalo gue deket sama Andra. Cemburu ya? Hihihi...” candaku. 

“Ade cuma nggak mau Mbak Nin sakit hati kalo pacaran sama dia. Andra tuh playboy, Mbak. Gonta-ganti cewek mulu. Pacaran nggak pernah lama.” 

“Emangnya lo pikir gue nggak tau soal itu? Makanya gue nggak mau pacaran sama dia, De. Sekarang dia beneran lagi jomblo kok. Andra pasti cerita kalo dia lagi ngedeketin cewek," jelasku.  

“Ya mana mungkin Andra cerita sama Mbak, kan targetnya Mbak Nin sendiri. Lagian kalo emang kalian nggak pacaran kenapa sikapnya Andra kayak gitu ke Mbak Nin, perhatian banget? Terus sering banget jalan bareng.” Ferry masih ngotot dengan argumennya.

“Ya karena kita nyaman jalan bareng, ngobrol, cerita, itu aja. Kalo soal perhatian, dia tuh cuma pamer ke kalian, mancing kalian biar ngeledek. Lo kayak nggak tau Andra deh, dia mana pernah serius. Apalagi sama gue,” jawabku tanpa bercerita tentang ucapan Andra beberapa hari yang lalu. Ferry terdiam, sepertinya belum yakin benar. 

“Ya udah, Ade percaya sama Mbak, tapi kalo ada apa-apa jangan lupa cerita ya, Mbak,” pintanya. Ya ampun, adik kecilku ini rupanya benar-benar mengkhawatirkanku. 

“Iya, adekku sayang. Udah dulu yah, ada telepon masuk nih kayaknya. Makasih ya, udah khawatirin gue. Dah, Ade.” 

“Sama-sama, Mbak Nin. Dah,” katanya lalu menutup teleponnya. 

Kulihat layar ponselku, ternyata Andra yang menelepon. Sudah enam hari aku tidak bicara dan bertemu dengannya. Lumayan lama karena biasanya dua hari sekali dia telepon atau seminggu dua kali kami bertemu. Aku sempat menghela napas berat sebelum mengangkat telepon darinya. 

“Terima kasih, Tuhan! Akhirnya kamu mau angkat telepon dari aku. Aku bener-bener minta maaf soal kejadian yang lalu. Kamu mau kan maafin aku?” pintanya memohon. Dia terdengar bahagia sekali setelah mendengar suaraku. 

“Udah kumaafin kok, but don’t ever do that again. Kalo kamu mau bilang A, ya bilang A. Jangan tiba-tiba ngeralat omongan sendiri nggak jelas gitu, bikin orang lain bingung ,” kataku mengingatkan. 

“Iya, sayang. Sekali lagi aku minta maaaaaaaaf banget cause I got you disappointed.” 

“Ya udah lah, nggak usah dibahas lagi ya. Past is past.” 

“Aku udah boleh ketemu kamu? I really really really miss you,” tanyanya lirih. Aku jadi tidak tega untuk berlama-lama marah padanya, tapi sifat jahilku memang sulit hilang jika sudah berhadapan dengan Andra. 

“Hmm, gimana yaaaa... Males ah,” jawabku iseng menggodanya. 

“Lho, kok gitu? Katanya kamu udah nggak marah, aku beneran udah dimaafin kan?” Andra bertanya dengan nada antara khawatir dan bingung. 

“Ahahaha, kamu ngegemesin deh kalo lagi merajuk gitu.” Aku tidak bisa menahan tawaku. 

“Sayaaaang, kamu kok tega banget sih sama aku?” Aku yakin di seberang sana, mukanya sudah cemberut tak senang. 

“Hehehe, maaf ya. Besok siang kamu ada acara nggak? Main aja ke rumah, temenin Mama masak sayur lodeh kesukaan kamu tuh,” kataku dengan baik hati menawarkan. Aku yakin Mama tidak akan keberatan. 

Really? Asyiiik! Besok aku ke sana jam 10 ya, bilang Mama. Bye, sayang,” ujarnya lalu menutup telepon. 

Aku tersenyum sendiri menyadari bahwa aku tidak akan bisa lama marah padanya. Aku teringat facebook. Kubaca sekali lagi comment-comment itu. Ah, biarlah mereka penasaran. Kubiarkan saja tanpa membalas satupun comment dari teman-temanku.

Friday, January 27, 2012 2 comments

The Proposal

Bukan, saya bukan mau ngebahas atau cerita tentang film "The Proposal" yang dibintangin Ryan Reynolds sama Sandra Bullock itu, bukaaan.. Yaaa, ga jauh-jauh sih, saya emang mau ngebahas film, tapi serial, bukan layar lebar. Dan saya juga mau ngebahas tentang lamaran, buat nikah lho yaaa, bukan kerjaan. *Beeeuh, begaye emang mentang-mentang udah sarjana!* #PLAK!

Oke, FOKUS! Jadi ceritanya tadi pagi saya ke warnet buat ngerampok film. Biasa laaaah, kerjaan anak muda yang belom bisa cari kerjaan "beneran". Yah, daripada ngerampok toko apalagi bank, kan..

Nah, ternyata serial Glee season 3 udah update di warnet langganan saya, episode 10 yang terbaru udah nongol, maka langsung aja saya sikat habis saat itu juga. Bentar, bentar. Hah? Ga tau Glee? Yang boneng lo?! Ah, katro deeeeeeh.. Oke, saya jelasin. Jadiiii, Glee itu adalah serial TV dari Amerika yang mulai tayang tahun 2010 kalo ga salah, sekarang udah sampe season 3. Konsepnya semacam drama musical gitu, tapi jangan anggep sama kayak "High School Musical" yah! Cuma mirip tampilannya, isinya jauh lebih oke dan, kalo pake istilah adek saya, KECE, whatever that means.

Glee bercerita tentang ekskul seni suara di salah satu public school di Ohio, yang berusaha eksis, karena mereka selalu dianggep anak buangan dan dipandang seperempat mata. *Hah? 1/4?! Bingung, bingung, deh lho sono!* Salah satu cara biar eksis adalah dengan memenangkan kompetisi nyanyi tingkat nasional/ Yah, didoain aja mudah-mudahan aja berhasil :D  Yang saya senengin dari serial ini adalah, entah kenapa, hampir setiap lagu yang mereka nyayiin ulang selalu lebih oke kalo menurut saya. Bahkan Glee Cast (sebutan buat para pemainnya) berhasil bikin saya suka sama lagu-lagu yang tadinya saya ga suka. Mungkin karena lagu-lagu itu dinyanyiin ulang dengan nada, tempo, irama, yang lebih bergaya anak muda kali yaaa..

Episode 10 berjudul "Yes/No". Nah, udah bisa nebak belom arah pembicaraan saya? Iye benerrr, it's about the male lead characters who proposed to the female lead characters. Wait a minute! Characters? With S??? Yup! There were TWO proposals in one episode! Yang kedua bener-bener bikin saya shock, sampe merinding disko. Here they are.


First is the words Will, the Glee Club supervisor said to propose to Emma, the 'guru BK'.
"Emma, you are the one. You always have been.
The truth is I feel like I have to stop myself from doing this 
from the second I first saw you.
The first time I held this hand, 
it felt like I've held it a million times before.
Like somehow it's always been here.
Life is messy. It just is. And I, I know that's hard for you 
but that's why you have me.
To balance things out. But you have to realize, 
you do that for me too. Every day.
Loving you and being loved by you makes everything better. 
I love you with everything I am 
and everything I ever hope to be.
So, Emma Pillsburry, 
will you do me the honor of becoming my wife?"


Second... Okay, this is very very unbelievable! Finn proposed to Rachel!!!
" *taking a deep breath*
I just feel like all my life, I've been, 
you know wondering if I was gonna be as much of a man 
as my father was.
Now, all of a sudden, I'm up at night, 
worried that I'm gonna become the man who he was.
Let's face it, I got, I got 'high school hero, live zero' 
written all over me.
Except for one thing: you. 
You're like a, a beacon of light guiding me through the darkness.
You're like this big gold star, and for some bizarre reason, 
you chose to let me love you.
And I feel like if I can just convince you 
to let me keep doing that, I'm gonna be okay. 
Everything's gonna be okay.
*taking out a ring from his pocket*
I opened up my first credit card to get this.
I know it's not a swimming pool full of dancers or a tux or...
It's not very big, but it's a promise, 
promise to keep loving you for the rest of my life.
All you've got to do is say yes.
*getting down on his one knee*
Rachel Berry, will you marry me?"


Jadi ngebayangin gimana nanti calon suami saya ngelamar saya... POP! *muncul bubble di atas kepala*
Naaah, it's just me being melodramatic. Again!


Monday, January 23, 2012 2 comments

Do us girls really need a prince charming?


I got this one from one of notes my friend have on her facebook. 
If you're interesting, go take a look.

=========================================
CINDERELLA - a poem by Roald Dahl

I guess you think you know this story.
You don't. The real one's much more gory.
The phoney one, the one you know,
Was cooked up years and years ago,
And made to sound all soft and sappy
just to keep the children happy.

Mind you, they got the first bit right,
The bit where, in the dead of night,
The Ugly Sisters, jewels and all,
Departed for the Palace Ball,
While darling little Cinderella
Was locked up in a slimy cellar,
Where rats who wanted things to eat,
Began to nibble at her feet.

She bellowed 'Help !' and 'Let me out !'
The Magic Fairy heard her shout.
Appearing in a blaze of light,
She said, 'My dear, are you all right ?'
'All right ?' cried Cindy .'Can't you see ?'
'I feel as rotten as can be !'
She beat her fist against the wall,
And shouted, 'Get me to the Ball !'
'There is a Disco at the Palace !'
'The rest have gone and I am jealous !'
'I want a dress ! I want a coach !'
'And earrings and a diamond brooch !'
'And silver slippers, two of those !'
'And lovely nylon panty hose !'
'Done up like that I'll guarantee'
'The handsome Prince will fall for me !'

The Fairy said, 'Hang on a tick.'
She gave her wand a mighty flick
And quickly, in no time at all,
Cindy was at the Palace Ball !

It made the Ugly Sisters wince
To see her dancing with the Prince.
She held him very tight and pressed
herself against his manly chest.
The Prince himself was turned to pulp,
All he could do was gasp and gulp.

Then midnight struck. She shouted, 'Heck !'
'I've got to run to save my neck !'
The Prince cried, 'No ! Alas ! Alack !'
He grabbed her dress to hold her back.
As Cindy shouted, 'Let me go !'
The dress was ripped from head to toe.

She ran out in her underwear,
 And lost one slipper on the stair.
The Prince was on it like a dart,
He pressed it to his pounding heart,
'The girl this slipper fits,' he cried,
'Tomorrow morn shall be my bride !'
'I'll visit every house in town'
'Until I've tracked the maiden down !'

Then rather carelessly, I fear,
He placed it on a crate of beer.
At once, one of the Ugly Sisters,
(the one whose face was blotched with blisters)
Sneaked up and grabbed the dainty shoe,
And quickly flushed it down the loo.
Then in its place she calmly put
The slipper from her own left foot.

Ah ha, you see, the plot grows thicker,
And Cindy's luck starts looking sicker.

Next day, the Prince went charging down
To knock on all the doors in town.
In every house, the tension grew.
Who was the owner of the shoe?
The shoe was long and very wide.
(A normal foot got lost inside.)
Also it smelled a wee bit icky.
(The owner's feet were hot and sticky.)

Thousands of eager people came
To try it on, but all in vain.
Now came the Ugly Sisters' go.
One tried it on. The Prince screamed, 'No !'
But she screamed, 'Yes ! It fits ! Whoopee !'
'So now you've got to marry me !'
The Prince went white from ear to ear.
He muttered, 'Let me out of here.'
'Oh no you don't ! You made a vow !
'There's no way you can back out now !'
'Off with her head !' The Prince roared back.
They chopped it off with one big whack.
This pleased the Prince. He smiled and said,
'She's prettier without her head.'

Then up came Sister Number Two,
Who yelled, 'Now I will try the shoe !'
'Try this instead !' the Prince yelled back.
He swung his trusty sword and smack
Her head went crashing to the ground.
It bounced a bit and rolled around.
In the kitchen, peeling spuds,
Cinderella heard the thuds
Of bouncing heads upon the floor,
And poked her own head round the door.

'What's all the racket ?' Cindy cried.
'Mind your own bizz,' the Prince replied.
Poor Cindy's heart was torn to shreds.
My Prince ! She thought. He chops off heads !
How could I marry anyone
Who does that sort of thing for fun ?

The Prince cried, 'Who's this dirty slut ?'
'Off with her nut ! Off with her nut !'

Just then, all in a blaze of light,
The Magic Fairy hove in sight,
Her Magic Wand went swoosh and swish !
'Cindy ! 'she cried, 'come make a wish !'
'Wish anything and have no doubt'
'That I will make it come about !'

Cindy answered, 'Oh kind Fairy,'
'This time I shall be more wary.'
'No more Princes, no more money.'
'I have had my taste of honey.'
'I'm wishing for a decent man.'
'They're hard to find. D'you think you can ?'
Within a minute, Cinderella
Was married to a lovely feller,
A simple jam maker by trade,
Who sold good home-made marmalade.
Their house was filled with smiles and laughter
And they were happy ever after.
===============================================

So? Still wanna try hard to look for your prince charming? 
Feel free to comment. :D

Sunday, January 22, 2012 0 comments

Rinduku untukmu..

Dear Mr. K, 

Aku kangen. 
Kangen sekali padamu. 
Kangen logat bicaramu. 
Kangen binar mata besarmu. 
Kangen senyum miringmu.
Kangen tawa khasmu.
Kangen harum tubuhmu. 
Kangen tegap punggungmu. 
Kangen pesan-pesan singkatmu.
Kangen perhatian kecil darimu.

Aku kangen akan kehadiranmu di sisiku.

Tapi kamu tidak usah heran.
Tidak usah bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba aku kangen kamu.
Dari dulu, aku memang selalu kangen kamu.
Bahkan saat kamu selalu di sampingku.
Setiap detik. 
Tak percaya? Kalau berani,
tanyakan saja pada hatiku yang sekarang terluka parah.

Kamu tahu siapa yang patut disalahkan?
Kamu? Aku? Kita?
Bukan kita terdakwanya.

Waktu yang salah.
Waktu yang mempermainkan kita.
Waktu yang memisahkan kita, 
yang membuat kita berjarak, yang membuat aku terluka.

Semula kupikir waktu pula yang bisa menyembuhkan lukaku,
tapi ternyata aku salah.

Waktu membuatnya semakin parah.
Waktu tidak bisa membuat lupa, apalagi menghilangkan.
Waktu membuatku semakin mencintai, sekaligus membencimu.
Bahkan waktu membuatnya kacau,
sampai aku tidak bisa lagi membedakan cinta dan benci.

Dan waktu membuatku ingin memeluk,
mencumbu, dan menyimpan erat-erat kenangan itu.
Waktu tidak membiarkanku melepaskanmu.
Bahkan waktu membuatku...
kangen setengah mati.



*Tulisan ini dibuat dalam keadaan sadar penuh, namun galau taraf dewa. 
Dilarang mencaci, memaki, apalagi memuji. 
Kalo ada yang ikut2an kangen setelah membaca tulisan ini,
itu bukan tanggung jawab penulis. 
Sekian. Terima kasih.*
Friday, January 20, 2012 0 comments

Hari Pembantaian


12-01-12 adalah hari yang sangat berarti buat saya. Hari itu, satu minggu yang lalu, adalah hari di mana kelayakan saya untuk mendapat gelar Sarjana Teknologi Pertanian ditentukan. Hari di mana saya menangis bahagia (karena berhasil melaluinya) dan sedih (karena sempat kena marah dosen) di depan teman-teman saya yang menemani saya dari pagi hingga sore. Salah satu hari di mana saya sudah berhasil membuat orang tua saya bangga dan lega, hari penting yang menentukan nasib saya kelak.

My beautiful, beautiful friends.

Mata bengkak, habis nangis :")

With my best friend, Kudil. Terlalu sumringah :D

Alhamdulillah hirabbil'alamiin. One step closer to become an Alumnus of Gadjah Mada University and a newly job seeker.


You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 
;